Sepi

Dunia dan ketidaksetujuannya terhadap isi kepala kecoak ini terus berkembang. Berkembang dan berkembang, tanpa kecoak sanggup melawan. Pilihannya ikut atau mati. Kecoak ini termasuk plin-plan, setengah iya setengah tidak. Di pagi hari, ia menjilat habis-habisan dunia, memasuki petang, ia merasa menjadi musuh isi dunia.

Dunia dam seisinya, bahkan ras kecoak itu sendiri meninggalkan kecoak itu. Sedih memang. Yasudah, si kecoak tersadar lagi untuk tidak berharap banyak kepada isi dunia, termasuk ras kecoak itu sendiri. Iseng, mau sampai kapan ia akan terus berbeda. Jangan-jangan di surga pun, mereka-mereka yang ia cintai tanpa berharap dicintai pun juga meninggalkannya, dan bermain-main dengan kesenangan sendiri. Lantas si kecoak mau apa?

Ah mending ke neraka dong. Disiksa sekalian. Toh si kecoak gak suci-suci amat untuk bisa ngintip surga. Kalaupun masuk, ternyata malah tersiksa batin.. udahlah..

Bumi Delta, 9 april 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s