Kelas menengah bajingan, proletar munafik

Pagi bung,
tak usah bergegas menyapa mentari
santai sajalah
toh nanti bisa mewakilkan surat sakit

siang bung,
sudahkan engkau menginjak bunga-bunga bermekaran
untuk kau ludahi dengan racun-racun
dengan lapisan dosa yang semerbak membahana

sore bung,
nyamankah lautan emas berbalut perih itu
aku ingin mencicipi bung
aku ketakukan bung
jangan-jangan mawar di halamanku
ikut kau ludahi anggunnya
kau cabut akarnya
kau pendam dengan emas berbalut limbah dosa

pagi bung,
mau kemana bung? sholat subuh
subhanallah
sempurna sekali dirimu bung
pudar sudah kelalimanmu
kezalimanmu
pudar sudah liur yang kau hujankan
ke mawar-mawar bermekaran

siang bung,
apa kabar masa depan?
ah sial, tak seharusnya ku bertanya

malam bung,
tolonglah bantu kami
cukupkan jangka hidup kami bung
janganlah kau perhinakan kami
dengan parameter yang tak aku mengerti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s