Sakit Hati

mbahSakit hati..

Apa itu sakit hati?

Lårå ati

Apa itu sakit?

Situasi dimana kamu merasa gak enak, gak nyaman, nyeri, perih, dsb

Apa itu hati?

Ada dua. Organ tubuh dan atau salah satu unsur rohani manusia.

Kenapa sakit hati?

Karena kebodohannya dirayakan? Kebodohannya dibikinkan kenduri? Atau bahasa sekarang menyebutnya bullying.

Lantas gimana? Mebalas? Memukul saat itu juga? Menyimpan dendam untuk jangka waktu tertentu? Atau untuk selamanya? Atau memaafkan? Atau tidak ada sama sekali wacana permaafan?

Ya apa carane memaafkan?

Ya tinggal dimaafkan?

Memaafkan sesuatu luka yang amat sangat membekas?

Kenapa tidak?

Segampang itu?

Yo gak gampang! Minimal pelan-pelan mbok dilupakan, atau pakai energi dendam kamu untuk berbuat lebih banyak untuk menyaingi yang kamu dendami. Minimal dalam hal perbuatan.

Misalnya?

Misalnya kamu membenci Suporter bola, dengan latar belakang orang yang hidup di jalanan yang suka mengkritik pemerintah, yang baginya kebenaran adalah pada sisi kawan-kawan suporternya. Kebenaran di luar mereka adalah hoax. Kamu mencoba menegurnya, dengan cara yang sangat amat baik. Tapi terguranmu diartikan ancaman. Kamu dituduh benci dengan suporter yang menaungi dia. Kamu dianggap tidak relevan karena tidak pernah hidup di jalan. Maka kamu mundur selangkah. Orang hidup di jalan adalah orang yang menerima ketidakadilan sistemik dari negara. Maka dia lebih dekat dengan Tuhan, dibanding kamu yang hidup “pating cemepak”. Apa-apa ada dan terjangkau. Tapi kamu tahu kalau prinsip dia bermasalah. Tapi lebih bermasalah kalau kamu ladeni. Maka kamu mundur. Kamu mungkin dendam. Tapi pada waktu itu juga kamu mengingat cerita tentang Nabi Khidir. Dimana, siapa tau, orang-orang yang kamu benci, itu adalah Nabi Khidir yang menyamar. Maka kamu semakin mundur terbirit-birit untuk menghindari konflik antara kamu dan si suporter. Tapi kamu tetap dendam, tapi tetap memahami. Yasudah.

Tapi tidak memaafkan?

Mungkin, yang jelas tidak menambah-nambah masalah.

Ya sama saja.

Ya iya, tapi kan menghindari mudhorot yang lebih besar.

Apa?

Konflik.

Aku dan dia tidak terjadi konflik kok.

Tapi diam-diam menyimpan konflik.

Kamu juga.

Yaweslah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s