Mampir ke Cangkir 9

Akhirnya saya memutuskan untuk kembali menulis. Sementara tidak muluk-muluk, saya targetkan sebulan satu postingan di wordpress. Kenapa harus di wordpress? karena di Facebook terlalu riuh :).

Saya akan memulai cerita ini dari Cangkir 9. Apa itu Cangkir 9. Kalau yang saya pahami adalah acara duduk bersama membahas masalah dan bersama narasumber tertentu yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur yang bertempat di dekat Masjid Agung Surabaya. Meskipun saya bukan berasal dari latar belakang NU, saya tertarik datang karena ajakan teman saya. Kebetulan waktu itu panitia mendatangkan Afi Nihaya Faradisa. Siapa dia? bagi yang sering berselancar di media sosial rasanya sudah tak asing lagi dengan kemunculan beserta pro kontranya.

Exif_JPEG_420

Acara Cangkir9 yang mendatangkan Afi

Saya mengikuti tulisan-tulisan Afi ini sejak beberapa bulan sebelum viralnya tulisan “warisan”. Sejak artikel “warisan” muncul, saya sudah jarang mampir di akun Afi. Saya bukan tidak setuju dengan artikel tersebut, namun ngilu melihat karakter pengguna sosial media. Cara mereka berkomentar itulah yang membuat saya memilih untuk mengurangi intensitas berselancar di dunia maya. Sosmed ini memviralkan Afi, sekaligus menghancurkannya. Namun melihat wajah Afi ketika mengisi acara tersebut, rasanya dia adalah seorang anak yang kuat mental, bisa jadi dia sudah terlatih oleh bajingannya cara bersosmed orang-orang.

Saya tidak akan terlibat pada pembahasan pro kontra terkait tulisan Afi. Ada beberapa hal yang saya setuju dan kurang setuju terhadap pendapat-pendapatnya. Tapi diluar itu, rasanya saya tetap wajib untuk berterima kasih atas “tamparannya”. Kemunculannya merupakan tamparan bagi siapa-siapa yang berumur diatas 20 tahun sedikit berkarya. heuheuheu. Juga berterimakasih atas munculnya wacana pembeda oleh anak usia 18 tahun dari mainstreamnya. Kebanyakan milenial saat ini akan manut grubyuk terhadap wacana-wacana yang diolah oleh felix siaw, basalamah, dkk. Terlepas dari polemik plagiasi atau apalah itu.

Juga saya merasa berkewajiban untuk mendoakan, semoga Afi dalam melangkah terus dalam bimbingan Allah SWT. Semoga terus semangat menghadapi apapun, kritik-kritik membangun maupun cacian sampah semoga makin menunjukkan, bahwa berbuat sesuatu di dunia ini dengan audien warga dunia tak semudah yang kita bayangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s