Kenapa Harus Mal?

Maksud saya bukan zakat mal lho, tapi mal (pusat perbelanjaan). Ya! kenapa selalu harus Mal. Dan kenapa saya sambat seperti ini?

Begini, saya terlahir dan dibesarkan di kota Gresik. Sebuah kota industri yang termasuk salah satu penyangga kota Surabaya. Disepanjang hidup saya, ketika kawan-kawan membicarakan tentang hiburan dan rekreasi, maka akan terbayang beberapa opsi. Level pertama merupakan tempat-tempat di sekitaran kota Gresik. Apa saja? bisa Bunderan GKB, Alun-alun Gresik, Bukit Hollywood, dsb. Level kedua agak keluar dari kota Gresik, semisal Pantai Delegan, dsb. Level ketiga sudah masuk luar kabupaten, semisal WBL (Wisata Bahari Lamongan), Tunjungan Plaza, Delta Plaza, Pakuwon Trade Centre. Nah lho, opsi level ketiga dipenuhi mal di kota Surabaya. Opsi-opsi ini relevan dari saat saya remaja 7 tahun lalu (sekitar 2010an) hingga saat ini (dengan tambahan lebih banyak opsi tentunya, misalnya food junction pada level ketiga, dan bukit jamur pada level kedua)

2017, di tengah hiruk-pikuk GKB (singkatan dari Gresik Kota Baru – Sebuah perumahan yang mencakup wilayah Kecamatan Manyar dan Kebomas yang tumbuh pesat menyaingi kawasan pusat kota Gresik (alun-alun)) dimulailah pembangunan Mal. Waduh. Padahal untuk urusan belanja, sudah ada Plaza Gresik (Matahari), Mal Gresik (Ramayana), dan tentunya Pasar Gresik. Apalagi ditambah Mal-mal di kota Surabaya, rasanya sudah sangat amat cukuplah. Mbok yao, dicukupkanlah penggunaan lahan untuk pihak-pihak yang memiliki modal besar. Rasanya lebih elegan untuk memberdayakan ukm dan pedagang kecil untuk ikut serta menyemarakkan GKB (karena GKB agak dianggap meminggirkan pedagang-pedagang kecil).

Caranya? ya lahan yang akan dibuat mal itu, apa tidak lebih baik digunakan untuk lahan serba guna. Ada area luas (bayangkan alun-alun Bandung dengan karpet rumputnya), dan ada area untuk pasar malam (cukup bayangkan alun-alun kota Gresik untuk area kuliner ini). Nah untuk pasar malam ini pasti sangat berpotensi akan polemik. Bisa dirembuk dengan pihak-pihak terkait tentang siapa yang pantas membuka lapak disana, kriteria lapak, asal lapak (putra daerah), dan sebagainya. Lalu siapa yang menjadi pengawas, atau bisa juga dibentuk paguyuban, dll. Dengan itu rasanya GKB akan lebih semarak dengan partisipasi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas.

Untuk area luas yang anda bayangkan mirip alun-alun Kota Bandung itu, akan sangat mengakomodir kebutuhan anak-anak GKB dan sekitarnya akan lahan bermain. Mengingat mereka hanya memiliki area bermain di depan rumah. Daripada mengajarkan anak-anak berbelanja sejak dini, bukankah lebih baik membawa mereka ke tempat dimana banyak keluarga bisa berinteraksi dengan bebas. Bermain bola, kejar-kejaran tanpa khawatir cedera berat saat terjatuh, bisa bermain gobak sodor, patél lélé, prok gembel, bantengan dsb. Area luas ini bisa juga digunakan kumpul komunitas kecil. Komunitas literasi misalnya. Atau ditambah panggung hiburan mini yang menampilkan ekstrakulikuler seni sekolah-sekolah di Gresik. Dari mocopatan, Wayangan kecil-kecilan, tarian tradisional, hadrah, dsb (Cheerleader di prioritas terakhir saja – diutamakan hal-hal yang belum masuk ranah budaya pop). Lalu komunitas-komunitas tersebut bisa jajan di area kuliner pasar malam juga untuk memutar roda ekonomi wirausaha-wirausaha dari kalangan bawah. Jadi bukan hanya pemilik modal besar saja yang sejahtera. Gabungkan saja konsep Taman Bungkul Surabaya dengan alun-alun Bandung, ditambah area kuliner ala alun-alun Gresik.

Ya ini seandainya saja. Toh diam-diam Gresik juga punya konseptor-konseptor keren dari universitas terkemuka, serta komunitas-komunitas yang giat dan aktif untuk menjadikan Gresik lebih keren dan berbudaya. Agar tidak hanya berisi asap-asap pabrik saja lah… heuheu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s